Kamis, 26 Februari 2015

Tips Menjinakan hati

Pernah patah hati? Perasaan satu ini katanya lebih parah dari sakit gigi. Kebanyakan dari kita bukan lagi anak-anak, maka wajar jika kita mulai berpikir bahkan mencoba untuk mencari teman berbagi. Tapi pencarian ini tidaklah selalu mulus, ada saja halangan dan problem yang menggagalkan kita untuk memiliki orang yang kita harapkan baik itu di awal ataupun di tengah hubungan percintaan. Perasaan merah jambu ini kadang membuat kita begitu bersemangat jika berakhir bahagia tapi akan sangat membuat ngilu jika berakhir perpisahan. Alhasil, tidak jarang kita kehilangan semangat dan fokus dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Kalau sudah begini, apa solusinya?
1.       Jangan merasa jadi orang paling menderita sedunia. Mendramatisir keadaan hanya akan menambah penderitaan batin kita, lupakan! Ingatlah bahwa setiap orang memiliki masalah masing-masing dan bisa jadi lebih berat dari masalah yang sedang kita hadapi saat ini.
2.       Menjadi lebih baik. Jika kita tersakiti, maka pembalasan dendam terindah adalah menjadi lebih baik dari orang yang kita sakiti dalam segala hal. Jika dia menjabat sebagai leader di kantornya, maka merupakan ide bagus jika jabatan kita bisa melampaui itu. Bisa jadi hal ini menamparnya keras-keras dan menunjukan kepadanya bahwa dia menyakiti orang yang salah.
3.       Menyibukan diri dan bersosialisasi. Kesepian merupakan ruang bebas dimana segala bentuk perasaan bisa masuk tanpa perlu menunggu konfirmasi hati. Keluarlah dan temui orang-orang! Bicaralah dan tertawalah karena satu tawa dapat menggugurkan seribu kesedihan.
4.       Percaya pada kehendak Tuhan. Sekeras apapun usaha kita tidak akan pernah berhasil tanpa restu Tuhan. Begitupun dalam hal jodoh, percayalah bahwa orang yang akan kita temui selanjutnya akan lebih baik dan lebih berkelas untuk menjadi pendamping hidup kita dibanding orang yang menyakiti kita saat ini.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagi untuk mengobati sakit karena perasaan merah jambu. Semoga bermanfaat. Keep moving on!
Readmore »

Selasa, 24 Februari 2015

Inspirasi Wirausaha: Es Pisang Ijo

Inspirasi Wirausaha: Es Pisang Ijo
By.Dara Gita Mustika/Redaksi/LPMWaska
Mungkin jajanan yang satu ini mulai populer di Purwakarta, nyaris mengalahkan pamor capuchinno cincau atau yang akrab dengan sebutan capcin. Es pisang ijo, itulah salah satu inspirasi wirausaha kita. Adalah kang kobe, yang telah memperkenalkan es pisang ijo kepada lidah masyarakat purwakarta. Sebenarnya kang kobe bukanlah orang pertama yang berjualan es pisang ijo di purwakarta. Sebelumnya, ada beberapa pedagang es pisang ijo di beberapa daerah di purwakarta, akan tetapi mereka gulung tikar tanpa alasan yang jelas.
Kang Kobe biasa mangkal di gapura jalan baru, maracang sekitar pukul sepuluh pagi hingga menjelang magrib. Awalnya, kang kobe hanya berjualan di hari minggu saja bertepatan dengan event pasar jalan baru yang digelar sekali dalam seminggu. Kang kobe bisa menjual habis dagangannya hanya dalam waktu tidak lebih dari dua jam. Angka yang fantastis memang. Dan karena respon pasar yang baik, kang kobe mulai rajin berjualan. Dia mencoba peruntunga dengan berjualan di hari-hari biasa dan hasilnya tidak mengecewakan.
Kang kobe mendapatkan ide berjualan es pisang ijo dari pamannya yang mempunyai seorang kenalan berasal dari Makassar, dari sinilah kiprah es pisang ijo dimulai. Resep asli dari Makassar yang semula hanya pisang yang direbus dan dibungkus dengan tepung yang diberi pewarna hijau dimodifikasi dengan ditambahkan beberapa bahan tambahan seperti sekoteng dan kacang sebagai topping. Tidak lupa dicampur dengan gula cair, susu dan es batu lalu disajikan apik dalam sebuah cup besar. Es pisang ijo dibandrol dengan harga 6000 rupiah untuk satu cup. Resep asli ini tentu tidak untuk dibagikan kepada khalayak. akan tetapi, kang kobe tidak menutup kesempatan untuk siapa saja yang ingin bermitra dengannya. Tidak ada strategi khusus dalam memasarkan es pisang ijo ini, kang kobe hanya menjaga kualitas dan cita rasa dagangannya agar tetap diminati pelanggan. Hambatan seperti bahan baku yang cukup mahal dan cuaca dingin di musim hujan tidak menyurutkan semangat mahasiswa drop out ini untuk meneruskan usahanya. Dia berambisi untuk mencapai target penjualan yaitu 100 cup per hari. Bukan tidak mungkin mengingat kesungguhan dan keseriusannya dalam berwirausaha. 




Readmore »

Jumat, 06 Februari 2015

LDKM HUMANIKA: “mengasah karakter dan belajar mejadi seorang pemimpin”



LDKM HUMANIKA: “mengasah karakter dan belajar mejadi seorang pemimpin”
Setiap idividu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, terlebih dalam suatu orgaisasi atau kelompok, seorang pemimpin dipilih berdasarkan karakteristik dan jiwa kepemimpinannya. Seorang pemimpin haruslah bertanggung jawab akan orang-orang dan organisasi yang dipimpinnya. Hal inilah yang coba ditanamkan lewat LDKM HUMANIKA sepekan lalu, acara yang digelar di Kampus STT Wastukancana ini diikuti sekitar 100 orang mahasiswa teknik informatika. M. Alfath, ketua himpunan informatika menuturkan kegiatan ini sangat dianjurkan karena mahasiswa perlu diasah kemampuan dalam organisasi maupun akademisnya, disini mereka belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin dan menjalankan suatu organisasi. Salah satu peserta yang berhasil kami wawancarai mengaku mengikuti LDKM karena kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang bisa menambah pengetahuan tentang kepemimpinan dan mengasah karakter . Setidaknya memakan waktu sekitar tiga bulan untuk mematangkan persiapan agar acara ini sukses besar dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan sesuai dengan tema acara. Kita tahu bahwa jiwa kepemimpinan jelas tidak bisa dibangun hanya dalam waktu beberapa hari selama masa LDKM, perlu setidaknya pengalaman berorganisasi atau berkecimpung di dalam ruang lingkup suatu kelompok untuk mengasah kepekaan dan karakteristik kepemimpinan seseorang. Tapi setidaknya, semoga saja LDKM ini benar-benar mereinkarnasi calon-calon pemimpin yang bisa memajukan STT Wastukancana tercinta.

Readmore »