Jumat, 31 Januari 2014

Lembaga PERS Mahasiswa STT Wastukancana
present
_MAHASISWA STT WASTUKANCANA MELKUKAN AKSI PENGGALANGAN DANA_

Ketua umum Himpunan Mahasiswa Teknik Inustri (HMTI) bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) menggalang dana untuk para korban banjir di daerah karawang dan subang. Ketua umum HMTI yang akrab disapa gilang ini mengatakan lokasi penggalangan dana berpusat di pertigaan bankBTN dimulai pada hari jum’at dan masih berlanjut hingga hari senin. Untuk bentuk bantuan yang akan diberikan kepada korban banjir ialah sembako dan pakaian layak pakai.
Selain HMTI, Himpunan Mahasiswa Informatika (HUMANIKA) dan juga Himpunan Mahasiswa Manajemen Industri (HM2I) turut turun kejalan sebagai bentuk rasa kepedulian kepada para korban banjir. Iwan Setiawan sekalu Ketua HM2I mengatakan HMTI, HM2I dan HUMANIKA memulai penggalangan dana pukul 10.00 – 14.00 di pertigaan bank BTN. Jam 14.30 khususnya HM2I terjun ketempat lain, yaitu pertigaan patung egrang (bayeman).
Sekertaris Divisi Kemahasiswaan HUMANIKA, Akhmad Ramdhan mengatakan jumlah dana yang terkumpul pada hari jum’at adalah Rp.4.178.000 dan pada hari sabtu ini adalah Rp.6.062.600 jadi total dana yang berhasil dikumpulkan dalam dua hari oleh ketiga himpunan ini adalah Rp.10.240.600.
Semoga aksi penggalangan dana dari teman-teman kita ini bisa membantu para korban banjir di karawang dan subang. Begitu pula kepada orang-orang yang telah mengulurkan tangannya untuk berbagi, semoga amal ibadahnya diterima. Tingkatkan rasa kepedulian kita kepada sesama.

Pimpinan Redaksi : Nurdin Cahyadi
Penanggung Jawab : Vatya Indra

Readmore »

Kamis, 06 Juni 2013

Bupati Purwakarta : Gotong Royong Ruh Indonesia

 
Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali melaksanakan kegiatan kuliah umum atau Kenduri Birokrasi. Kali ini, tema acara tersebut adalah Wahyu, Budaya dan Keberadaban Manusia di Pendopo Purwakarta, Senin (3/6)
Kegiatan yang diikuti Bupati Purwakarta, H Dedi Mulyadi SH, Wakil Bupati Purwakarta Drs Dadan Koswara, Sekda Purwakarta, Pejabat Eselon II, III dan IV serta para pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta dengan nara sumber Prof DR KH Jalaludin Rakhmat, MSc dan Budayawan Butet Katarajasa. Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa kesenian. Diantaranya  boboyongan dari Kabupaten Garut serta aksi teatrikal dari Siswa SMA II (dua) Purwakarta serta Emka 9 sebagai pengiring musik.
Dedi menuturkan, kebudayaan merupakan salah satu faktor dalam pembangunan, begitupun dalam sejarahnya. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat kuat diantaranya gotong royong dan rasa persatuan. “Ini sebenarnya ruh Indonesia,” kata Dedi dalam sambutannya.
Dilanjutkan Dedi, Allah menciptakan tanah, air, udara dan matahari dengan hamparan yang luas, dimana di dalamnya berisi hamparan kultur wilayah berdasarkan potensi lokal yang dimilikinya. Disitu ada nilai yang sangat kuat salah satunya adalah persatuan.
“Sejarah mengatakan, bangsa Indonesia memiliki persatuan yang kuat dan itu merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki bangsa kita, bangsa yang bergotong royong,” imbuhnya.
Membangun negara, kata Dedi, bukan hanya membangun infrastruktur. Akan tetapi membangun nilai kultur yang berkembang dimasyarakat. Infrastruktur adalah penunjang masyarakat sebagai pendorong daya saing masyarakat.
“Semua merupakan tugas negara, yang bertugas membangun dan menerapkan nilai kehidupan masyarakat. Kita semua harus ada spirit perubahan dalam membangun negara untuk menuju arah yang lebih baik lagi,” tambah Dedi.
Menurut Dedi, kultur adat masyarakat yang masih baik adalah kultur masyarakat pedesaan yang masih melaksanakan hukum adat. ”Seperti contohnya kampung Naga. Dimana masyarakat di sana seperti pertanian tidak memakai pestisida atau pupuk berbahan kimia, akan tetapi padi ditanam dengan memanfaatkan potensi disekitarnya,” terangnya.
Sementara itu, Jalaludin Rakhmat mengatakan, saling menghargai itu sangat penting. Ia menjelaskan beberapa hadist tentang bagaimana bersosial di tengah masyarakat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Kehidupan bersosial masyarakat, sangatlah krusial, begitu pula dengan diri sendiri.
“ Ada sebuah hadist yang isinya, bagaimana kita menjalani kehidupan berdasarkan nilai, yaitu bagaimana diri kita untuk tidak merasa paling benar. Nabi mengajarkan kepada kita, pentingnya nilai kehidupan diantaranya terhadap sesama manusia,” jelasnya.
Kemudian, Budayawan Indonesia Butet Katarajasa apresiasi dengan kegiatan ini. Karena sangat jarang pemimpin melakukan kolaborasi budaya yang isinya sangat bermanfaat dalam kegiatan tersebut.
“Saya teringat dan menjadi inspirasi bagi saya yaitu tiga tokoh yang berlatang belakang berbeda, yaitu Presiden Soekarno yang mengenalkan Indonesia pertama kali ke dunia bukan bentuk negaranya tetapi kebudayaan yang dimiliki negaranya. Ataupun Kiyai H Khudori serta Gusmun yang mengajarkan bagaimana membangun nilai beragama berdasarkan kehidupan masyarakat yang berkembang,” ujarnya.
Tokoh nasional, kata dia, harus bisa belajar banyak dalam membangun negara yaitu dengan belajar kepada Purwakarta. “Karena Purwakarta saat ini sangat luar biasa. Karena sudah menjadi kota yang sangat potensial dan berkeadaban,” katanya.
Readmore »