Selasa, 17 Maret 2015

STRAIGHT NEWS : STRUKTURAL ENGGAN BEBERKAN PENGALOKASIAN DANA KP DAN SKRIPSI



STRUKTURAL ENGGAN BEBERKAN PENGALOKASIAN DANA KP DAN SKRIPSI
Reporter.Redi Nurrosadi/Redaksi.Ghiffari N M
Senin 03-17-2015


Terkait polemik-polemik kampus STT Wastukancana yang saat ini sedang hangat dibicarakan, tentunya menjadi sebuah persoalan bagi mahasiswa terhadap Strukrural dan Yayasan, BEM selaku jembatan aspirasi mahasiswa kemarin hari pada Jum’at malam telah mengadakan Rapat konsolidasi beserta HMJ dan seluruh elemen ORMAWA untuk membahas beberapa poin permasalahan terkait polemik kampus saat ini, yang utama dari poin tersebut ialah meminta kepada pihak struktural tentang pengalokasian dana perihal sidang kp dan skripsi, dalam hasil rapat tersebut telah disepakati bahwa akan diadakannya AUDIENSI dengan pihak struktural, namun ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh BEM yaitu mempersiapkan  hasil poin pembahasan rapat tersebut yang sampai saat ini BEM menegaskan Rapat Konsolidasi dari poin-poin yang telah kita sepakati akan tetap berlanjut, Nurdin cahyadi selaku Presiden BEM yang berhasil kita wawancari disela-sela rapat tersebut mengatakan  

“Hingga saat ini kami masih mengumpulkan informasi terkait beberapa poin yang dipersoalkan oleh rekan2 mahasiswa, sebagai salah satu contoh saya informasikan beberapa hari yang lalu kami menghubungi pihak struktural dari mulai pk 1, pk 2 dan bagian keuangan ketika kami mempertanyakan terkait rincian pengalokasian dana sidang kp dan sidang skripsi pk 1 dan pk 2 tidak memberikan jawaban yang pasti bahkan seakan-akan menutupi rincian tersebut padahal diwaktu yg berbeda bagian keuangan mengatakan bahwa mereka mempunyai rincian pengalokasian dana tersebut tapi mereka baru berani mengeluarkan jika sudah diberikan izin oleh pk 1 atau pk 2 “tuturnya

disisi lain kami mencoba mewawancarai salah satu mahasiswa, Agung T.informatika 2013, ketika kami tanyakan harapan dari mahasiswa terkait polemik tersebut ia mengatakan bahwa

“Tentunya saya pribadi sangat berharap polemik yang ada dikampus stt wastukancana ini bisa segera diselesaikan bagaimanapun juga setidaknya mahasiswa berhak untuk mengetahui dialokasikan kemana uang yang kami bayarkan disetiap semester ataupun alokasi dana pada saat sidang kp dan skripsi. 
Serta Saya juga berharap rekan-rekan BEM dan HMJ serta elemen mahasiswa lain dapat terus memperjuangkan aspirasi-aspirasi mahasiswa serta semoga dari pihak struktural bisa secepatnya memberikan penjelasan yg pasti, sehingga kampus kita ini dapat berjalan lebih baik lagi. “ ulasnya.




Readmore »

Selasa, 10 Maret 2015

PADATNYA PARKIRAN DIKAMPUS


PADATNYA PARKIRAN DIKAMPUS
Purwakarta, 05-03-2015


Sepeda motor merupakan kendaraan yang dipakai oleh mayoritas orang Indonesia saat ini. Selain harganya terjangkau dan bisa kredit, bepergian dengan menggunakan sepeda motor juga lebih mudah, cepat dan praktis. Itulah mungkin alasan kenapa mahasiswa STT Wastukancana memilih untuk pergi ke kampus menggunakan sepeda motor. Dampak baiknya, mereka bisa datang ke kampus tepat waktu dan bisa menghemat beberapa rupiah karena menggunakan sepeda motor terhitung lebih murah dibanding menggunakan kendaraan umum yang meskipun BBM sudah turun lagi, tarifnya masih saja sama seperti tarif saat kenaikan BBM tempo hari. Namun segala sesuatu selalu berdampak positif dan negatif bukan? Jika sepeda motor berdampak baik, maka dampak buruknya bisa kita lihat di parkiran kampus STT Wastukancana. Sepeda motor yang berjubel memenuhi tempat parkir bahkan meluber sampai ke depan kelas dan sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa. Hal ini seperti tidak akan ada ujungnya. Penerimaan mahasiswa baru secara besar-besaran yang tidak diimbangi dengan lapangan parkir dengan kapasitas yang cukup membuat parkiran kampus STT Wastukancana sedikit tidak indah. Banyak mahasiswa mengeluhkan akan hal ini, beberapa mahasiswa yang kami wawancarai tadi malam menyebutkan bahwa mereka seringkali kebagian parkir di tempat yang tidak strategis sehingga pada saat pulang, sepeda motor susah untuk keluar karena terhalang oleh sepeda motor yang lain. Tono, mahasiswa semester 6 informatika menyarankan agar mahasiswa sebaiknya datang ke kampus menggunakan kendaraan umum, larangan membawa sepeda motor ke kampus sebenarnya sudah diterapkan di beberapa universitas di Bandung. Agar lebih ramah lingkungan, mungkin kampus kita juga bisa melakukan hal yang sama. 
Akan tetapi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa angkutan umum tidaklah praktis dan memakan waktu yang lebih lama dibanding menggunakan sepeda motor, maka sepertinya kita harus berpikir ulang untuk menerapkan aturan ini. Sedangkan sebagian mahasiswa yang lain menyarankan agar lahan parkir diperluas ke belakang bila perlu sampai rel kereta. Semoga saja ada penyelesaian terbaik dari masalah ini, semoga saja uang iuran mahasiswa cukup untuk membuat parkiran kampus STT Wastukancana lebih layak. 
Readmore »

Selasa, 03 Maret 2015

LDK HMTI 2015 “Membangun Kepercayaan diri sebagai mahasiswa kedepannya”

LDK HMTI 2015 “Membangun Kepercayaan diri sebagai mahasiswa kedepannya”
Lembaga Pers Mahasiswa News 

 “Memupuk kepercayaan diri dan dapat bekerja sama”, begitulah kira-kira tema LDK HMTI 2015 yang digelar akhir Februari lalu. Kegiatan dengan peserta minim kurang dari lima puluh orang ini berjalan baik tanpa sedikitpun terbersit kekecewaan dari panitia mengenai jumlah peserta. Sebenarnya panitia mendelegasikan minimal lima orang setiap kelas untuk berpartisipasi akan tetapi dikarenakan mayoritas mahasiswa yang juga sebagai pekerja dan kurangnya kesadaran dalam berorganisasi membuat jumlah peserta mengerucut.
Kegiatan dimulai pukul empat sore hari dan berakhir pukul delapan pagi. Para peserta disuguhi materi diantaranya seputar leadership(Kepemimpinan), Enterpreneur(Kewirausahaan), Konstitusi dan Teknik sidang.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, biasa disebut bang koko itu yang berhasil kami wawancarai menuturkan output dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa Teknik Industri khususnya para pengurus dapat membangun karakter yang jelas kedepannya.
“Kita tidak merekrut banyak-banyak mahasiswa untuk LDK ini jika nanti hasilnya nihil, akan tetapi peserta yang lebih sedikit dari yang seharusnya ikut serta tidak menjadi permasalahan asal pada saatnya nanti output yang dihasilkan dapat tercapai dengan baik” beliau menambahkan. Beliau juga berharap setiap mahasiswa bisa belajar dari kegiatan  LDK ini dan nantinya mereka dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari entah itu di kampus, di himpunan, maupun dalam masyarakat umum.


Readmore »